Dukung Efisiensi dan Efektivitas Energi, Pupuk Kaltim Mulai Implementasikan Konsep Green Building

Green Building Awareness Pupuk Kaltim bersama PT Sertifikasi Bangunan Hijau (Foto: Humas Pupuk Kaltim)

Bentara. Tak hanya mengedepankan efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya dengan menyesuaikan keseimbangan pembangunan industri serta kelestarian fungsi lingkungan hidup, Pupuk Kaltim juga mulai kembangkan konsep Green Building untuk tata kelola area sekitar Perusahaan dalam mendukung efisiensi dan efektivitas energi. Upaya tersebut diawali Green Building Awareness bersama PT Sertifikasi Bangunan Hijau, guna menentukan langkah penerapan konsep bangunan hijau secara menyeluruh. Kegiatan berlangsung di Ruang Meranti Kantor Pusat Pupuk Kaltim pada 25 Juni 2019.

GM Teknologi Pupuk Kaltim M. Arief Rusdi, mengatakan kegiatan ini tindaklanjut pengembangan konsep tata kelola industri hijau pasca capaian pelabuhan Pupuk Kaltim yang berhasil menerapkan konsep Green Port dan menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih penghargaan tersebut dari Kementerian Perindustrian RI.

“Dengan konsep Green Building, Pupuk Kaltim ingin menerapkan konsep industri hijau di seluruh lini Perusahaan, sekaligus upaya mempertahankan proper nasional terkait tata kelola lingkungan dan industri secara berimbang,” ujar Arief Rusdi.

Kegiatan ini akan dilaksanakan secara periodik dan berkesinambungan, guna menambah pengetahuan karyawan sekaligus wujud komitmen Perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen terintegrasi, utamanya berbagai gambaran pelaksanaan green building secara umum hingga tersertifikasi.

“Itu harapan utamanya, agar adanya sertifikasi dapat menopang capaian proper nasional emas ke depannya,” tambah Arief Rusdi.

Perwakilan PT Sertifikasi Bangunan Hijau Galang Gusti Erlangga, menyebut Green Building didefinisikan sebagai bangunan yang meminimalkan dampak lingkungan melalui konservasi sumber daya dan memberikan kontribusi kesehatan bagi personal di dalamnya. Konsep ini menekankan efisiensi energi, keberlanjutan dan pendekatan secara holistik terhadap lingkungan. Menurut dia, ada 6 garis besar penerapan konsep green building, diantaranya Land Efficient, Energy Efficient, Water Efficient, Local and Enviro Friendly Material, serta Healthy Indoor Air. Setiap aspek memiliki sejumlah indikator agar penerapan bisa dilaksanakan secara detil serta mencakup seluruh langkah yang sesuai konsep.

Land Efficient menitikberatkan pada jumlah area hijau, pemilihan lahan, jalur pejalan kaki, akses ke fasilitas umum, koneksi dan akses langsung ke tiang bangunan, hingga pengurangan penggunaan kendaraan bermotor. Sedangkan Energy Efficient terdiri dari orientasi, shading, ventilasi alami dan insulasi.

“Begitu pula garis besar lainnya, seperti efisiensi energi yang dipengaruhi sistem tata udara yang lebih efisien. Contohnya sistem pencahayaan buatan yang hemat energi,” kata Galang.

Dirinya berharap Pupuk Kaltim bisa melaksanakan kegiatan ini secara konsisten dan berkesinambungan, agar pemahaman konsep green building bisa diterapkan dengan baik di lingkungan Perusahaan yang berujung pada sertifikasi dalam mendukung capaian proper nasional peringkat emas tahun selanjutnya.

“Termasuk implementasinya, bisa terlaksana serta mencakup seluruh aspek yang ada,” pungkas Galang. (*)